Tentang kami

Bergerak dari kampung, untuk terus tumbuh bersama.

Saung Buleud lahir dari keyakinan bahwa kebersamaan warga dan keberanian generasi muda adalah dua hal yang membuat budaya tetap punya masa depan.

Kami adalah muda-mudi yang memilih untuk tidak berdiri jauh dari akar. Kami ingin budaya Sunda hadir dekat—di panggung, di percakapan, di cara bekerja, dan di cara warga merayakan kebersamaan.

Saung Buleud menjadi ruang untuk belajar mengelola gagasan, mempertemukan banyak generasi, dan membangun acara yang terasa jujur bagi lingkungan tempat kami tumbuh. Setiap kegiatan disusun melalui gotong royong dan rasa hormat pada warga.

“Ngariung bukan sekadar duduk bersama. Ia adalah cara kita mengingat bahwa tidak ada karya besar yang tumbuh sendirian.”

Kami tidak ingin tradisi berhenti sebagai dokumentasi masa lalu. Tradisi perlu punya ruang untuk bertemu bahasa baru, tangan baru, dan cara baru—tanpa kehilangan nilai yang membuatnya berarti.

Muda-mudi bergotong royong menyiapkan panggung

Yang terlihat di panggung dimulai dari kerja bersama.

Di balik setiap perayaan ada proses belajar, berbagi tugas, dan menjaga kepercayaan satu sama lain.

Tiga fase gerak

Dari awal menuju masa depan.

Berawal

Dari kepedulian di lingkungan sendiri

Semangat muda-mudi untuk memiliki ruang berkarya sekaligus menjaga hubungan dengan warga sekitar.

Bertumbuh

Menjadi gerak bersama

Gagasan berkembang lewat gotong royong—menghubungkan pemuda, keluarga, seniman, dan pelaku usaha lokal.

Ke depan

Arsip yang terus hidup

Saung Buleud ingin terus menjadi rumah bagi kegiatan, pengetahuan, dan regenerasi dari tahun ke tahun.

Nilai yang dipegang

Arah yang sama, banyak tangan yang bekerja.

01

Kebersamaan

Merawat pertemuan warga, kerja bersama, dan ruang saling mengenal agar setiap kegiatan terasa dekat dengan lingkungan.

02

Kreativitas

Membuka ruang belajar melalui gagasan acara, panggung, dokumentasi, dan karya yang dikerjakan bersama.

03

Partisipasi Masyarakat

Menghubungkan muda-mudi, keluarga, seniman, pelaku usaha lokal, dan warga lintas generasi dalam satu gerak.